Pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau Kembali Masuk Proyek Strategis Nasional
Ruang Lubuk Linggau – Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan, menyatakan bahwa pembangunan Jalan Tol Bengkulu menuju Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, kembali resmi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Pernyataan ini disampaikan Helmi Hasan dalam acara publik di Bengkulu, Senin (14/10/2025).
“Alhamdulillah, ikhtiar dan doa kita semua akhirnya membuahkan hasil. Pembangunan tol ini kembali mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Pusat,” ujar Helmi Hasan.
Latar Belakang Pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau
Pembangunan tol Bengkulu–Lubuklinggau merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang menjadi prioritas untuk mempercepat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera. Jalan tol ini awalnya masuk dalam daftar PSN, dan Seksi I telah dibangun dan diresmikan pada 2023 oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan seksi I mencakup jalur dari Bengkulu menuju Curup, dengan panjang sekitar 80 kilometer, yang secara signifikan mempercepat perjalanan dan distribusi logistik di wilayah barat Sumatera.
Namun, setelah selesai pembangunan seksi I, lanjutan pembangunan tol untuk seksi II dan III sempat tidak lagi tercatat dalam PSN pada tahun 2024, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah daerah dan pelaku ekonomi lokal terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis ini.
Kabar Baik bagi Provinsi Bengkulu pada 2025
Pada tahun 2025, Pemerintah Pusat kembali memasukkan lanjutan pembangunan tol Bengkulu–Lubuklinggau ke dalam daftar PSN, mencakup Seksi II (Curup–Lubuklinggau) dan Seksi III (Lubuklinggau–Perbatasan Sumatera Selatan). Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Nomor 7 Tahun 2021 mengenai Proyek Strategis Nasional. Regulasi tersebut diteken oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 September 2025.
Dalam daftar PSN terbaru ini, tercatat 50 proyek jalan tol di seluruh Indonesia, yang menegaskan komitmen Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembangunan tol Bengkulu–Lubuklinggau diperkirakan akan membawa sejumlah manfaat penting:
-
Konektivitas dan Mobilitas: Perjalanan dari Bengkulu ke Lubuklinggau yang sebelumnya memakan waktu hingga 7–8 jam diperkirakan dapat dipangkas hingga 3–4 jam setelah tol beroperasi penuh. Hal ini akan memperlancar arus barang dan penumpang, serta mengurangi biaya logistik.
-
Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Dengan akses jalan tol yang lebih cepat, perdagangan, investasi, dan sektor pariwisata di Bengkulu dan Lubuklinggau diperkirakan akan meningkat. Kawasan sekitar ruas tol berpotensi berkembang menjadi pusat ekonomi baru, termasuk kawasan industri dan komersial.
-
Keselamatan dan Efisiensi Transportasi: Jalan tol yang dibangun sesuai standar nasional akan mengurangi risiko kecelakaan di jalan arteri, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur lama.
-
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Selain memberikan dampak ekonomi, pembangunan tol juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal selama fase konstruksi, serta mendukung pengembangan UMKM dan sektor jasa di sepanjang koridor tol.
Tahapan Pembangunan Selanjutnya
Rencana pembangunan lanjutan tol Bengkulu–Lubuklinggau akan dilakukan secara bertahap:
-
Seksi II (Curup–Lubuklinggau): Panjang sekitar 120 kilometer, termasuk pembangunan jembatan dan terowongan di beberapa titik berbukit. Proyek ini diprioritaskan untuk mempercepat distribusi komoditas pertanian dan hasil perkebunan.
-
Seksi III (Lubuklinggau–Perbatasan Sumatera Selatan): Menghubungkan tol dengan jaringan jalan utama di Sumatera Selatan, mendukung integrasi regional lintas provinsi.
Pemerintah juga menekankan perlunya pengelolaan lahan dan ganti rugi yang transparan, serta mitigasi dampak lingkungan, agar proyek berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial.
Dengan kembalinya tol Bengkulu–Lubuklinggau dalam daftar PSN, Gubernur Helmi Hasan berharap pembangunan infrastruktur ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu secara signifikan, memperkuat konektivitas Sumatera bagian barat, dan membuka peluang bagi masyarakat serta investor lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.





